Selasa, 23 Agustus 2016

Putri Hasna & Hutan Terlarang

0



 
Putri Hasna & Hutan Terlarang
Oleh: Watiek Ideo
Ditulis Ulang Oleh: Rudi Rendra
Sebagai Bahan Ajak Ekskul Menulis (Pencil)

Putri Hasna dikenal sebagai putri yang pemberani. Dia  suka menjelajah laut dan berpetualang berhari-hari. terkadang, orangtuanya mencemaskan Putri Hasna.
“Seharusnya, kau tinggal di istana dan belajar hal-hal selayaknya seorang putri,” Kata Ibunda Ratu.
Namun, Putri Hasna TERTAWA. “Ibu, aku tak suka terlalu lama di istana. Aku ingin mengetahui banyak hal di luar sana,” Katanya.
Ibunda Ratu pun tak kuasa menahan putrinya.
Suatu hari, Putri Hasna hendak pergi ke hutan terlarang. Hutan itu memang dikenal sebagai hutan paling menakutkan. Konon, di sana tinggal makhluk menyeramkan.
“Aku ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya. Semoga Allah melindungiku,” Katanya.
“Hiyah! Hiyah!” Putri Hasna pun memacu kudanya seorang diri tanpa pengawal. Sesampainya di hutan, suasana sungguh senyap. Pohon-pohon besar dan tinggi menjulang menabah seram hutan itu. kuda Putri Hasna berjalan perlahan menerobos ke tengah hutan.

Sebuah gua tampak di hadapan Putri Hasna. Ia pun turun dari Kudanya dan berjalan mengendap untuk melihat-lihat.
“Hmmm, sepi sekali.”
Namun tak disangka, tiba-tiba saja bayangan besar muncul di dinding gua. “ Hooo! Ada putri cantik ke sini. Hahaha! Kau tak takut kepadaku?” hardik bayangan itu kasar.
Putri Hasna terperanjat. Namun dia berusaha tetap tenang.
“Tentu saja tidak! Hanya kepada Allah aku berlindung dari segala bahaya!” Kata Putri Hasna lantang.
“Keluarlah! Tunjukkan dirimu!”
Sejenak suasana menjadi hening. Hingga tiba-tiba…
Sosok kecil keluar dari gua. Putri Hasna berusaha menyembunyikan rasa kaget. Dia tersenyum menyapa sosok tua yang ternyata amat mungil.
“Kau pasti akan menertawakanku!” kata sang kakek gusar.
“Tidak senang bisa berjumpa denganmu, kek!” sapa Putri Hasna ramah.
“Kau… uhmm… kau tak tanya tentang siapa aku sebenarnya?” tanyanya.
“Ya, aku penasaran sekali. Penduduk bercerita kalau hutan ini dijaga makhluk menyeramkan. Apakah yang mereka maksud adalah dirimu, Kek?”
“Hihihi, mereka pasti ketakutan ya?” tayanya terkikik.
“Sebenarnya, yang mereka lihat hanyalah bayanganku. Lihatlah ini cukup besar bukan? Dan kau tahu, suaraku memang menggelegar saat berada di dalam gua. Tapi aslinya, aku bukanlah makhluk seram seperti yang mereka ceritakan. Aku hanyalah manusia biasa seperti kalian.”
“Lalu, kenapa kau menakuti semua yang berkunjung ke hutan ini?” tanya Putri Hasna.
“Hummm, orang-orang ingin sekali merusak hutan ini. Mereka ingin mengambil kayu-kayu besar untuk dijual. Aku tak menyukai mereka.”
“Kayu-kayu ini berusia ratusan tahun. Dan mereka hal berharga yang kita miliki di negeri ini. Itulah mengapa aku sering membuat suara seram jika ada yang mau berniat buruk.
Tapi akhirnya, ini menjadi kisah paling menyeramkan bagi siapa pun.”
Putri Hasna jadi mengerti sekarang. “Apakah kau kesepian? Dan siapa namamu, Kek?”
“Panggil saja aku Kakek Khalif. Ya, aku sangat kesepian kadang-kadang. Maukah kau menjadi temanku?” tanyanya penuh harap. Mata merahnya membuat lucu.
“Tentu saja!” sambut Putri Hasna. Kakek Khalif amat gembira.
“Hemmm, aku ada ide. Mulai saat ini, kau tak perlu bersembunyi dan membuat suara seram lagi. Kurasa satu-satunya cara menyelamatkan hutan ini adalah membuat peraturan agar taka da yang melakukan penebangan.”
Hari itu juga,  Putri Hasna mengajak Kakek Khalif ke istana dan memperkenalkannya kepada raja. Mereka pun menyusun undang-undang pelestarian hutan bersama.
Sejak saat itu, hutan terlarang tak lagi menyeramkan. Terkadang, anak-anak berkemah di sana saat musim panas tiba. Raja dan Ratu amat bangga kepad Putri Hasna. Keberaniannya membuat misteri terpecahkan.

0 komentar:

Posting Komentar